Minggu, 17 Juli 2016
b
<a target="_blank" href="http://www.mediafire.com/download/3gxe6dessxcwxc2/JAVA_emulator.html" >private</a>
Tambahan : Jika ingin tab baru terbuka saat klik Download, maka tambahkan kode target="_blank" sebelum href pada pilihan HTML, contoh : <a target="_blank" href="http://www.4shared.com/zip/zmgQqZ9c/JAVA_emulator.html" >DOWNLOAD</a>
Tambahan : Jika ingin tab baru terbuka saat klik Download, maka tambahkan kode target="_blank" sebelum href pada pilihan HTML, contoh : <a target="_blank" href="http://www.4shared.com/zip/zmgQqZ9c/JAVA_emulator.html" >DOWNLOAD</a>
Selasa, 12 Juli 2016
Fantasy Binal Istriku
“Tok..tok..tok..!!” Terdengar ketukan dipintu depan. Istriku yang duduk di sofa segera bangkit dan berjalan untukmembukanya.”Eh, kamu!” sapa istriku ketika tahu siapa yangdatang. “Pap,ini Rian,” istriku memberitahu.“Ohh.. suruh masuk!” jawabku dari dalam.Tidak berapa lama kemudian,Rian masuk dan menyalamiku, sementara istriku memanggil ketiga anak kami dan memberitahukan kepada mereka tentang kedatangan Rian. Dua anakku langsung berhamburanmemeluknya, hanya anakku yang pertama yang kelihatan tidak begitu antusias. Keluarga kami memang sangat akrab dengan Rian, dia merupakan salah seorang mantan stafkusaat aku bekerja di kota C.Sekarang kami sudah pindah ke kota B yang jaraknya 6 jam perjalanandari kota C, dan baru kali ini kami berjumpa lagi sejak terakhir kali Rian mengunjungi sekitar 8 bulan yang lalu.
Saat malam mulai tiba, aku dan istriku mengajaknya makan di luar. Ketiga anakku kami tinggal di rumah bersama kedua pembantu. Kami berangkat menuju sebuah restoran seafood yang paling terkenal di kota B dengan suasana pinggir pantainya yang nyaman. Selesai makan, kami bertiga ngobrol-ngobrol tentang masa lalu. Terkadang kami bercerita tentang kejadian-kejadian konyol yang kami alami saat masih satu kantor. Perbedaan antara pimpinan dan bawahan tidak terlihat di antara kami, yang ada malah kami seperti sahabat lama yang baru saja berjumpa.
Waktu menunjukkan pukul sembilan malam ketika aku dan istriku
mengajak Rian minum di LCC, sebuah tempat hiburan malam yang letaknya di
lantai dasar Hotel BS. Tempatnya tidak terlalu ramai, namun
suasananya cukup nyaman untuk menjadi pilihan bersantai dan mencari hiburan. Aku dan istriku memang sering ke LCC, selain suasananya
nyaman, lampu yang redup membuat kami merasa aman karena tidak mudah orang
mengenali kami saat berada disitu.
Suara music dari Band yang membawakan lagu-lagu TOP Country menggema di setiap sudut ruangan. Jack Daniels dan Coca-cola menemani kami
menikmati suasana Pub yang cukup gelap dan udara yang terasa dingin. Waiters menuangkan Jack Daniels campur Cola ke
gelas yang telah disiapkan, lalu mempersilahkan kami
untuk minum. Sekali tenggak, semua minuman di gelas langsung habis.. sehingga istriku
berinisiatif untuk menuangkan kembali minuman ke dalam gelas.
Demikianlah kami menikmati suasana malam Sabtu sehingga tanpa
kami sadari sudah dua botol Jack Daniels kami habiskan bertiga dan kami jadi benar-benar mabuk
Jam sebelas malam, Band digantikan oleh DJ. Suara house music mengiringi liukan Sexy Dancer di atas panggung.
Para pengunjung pun mulai turun ke Dance Floor.
Istriku berbisik, “Turun yuk?!” katanya sambil menarik tanganku..
“Boleh… Rian kita ajak juga ya?!” jawabku, dan kami pun turun ke dance floor.
Pengaruh alkohol membuat istriku agak kehilangan kontrol, dia
mulai melakukan tarian erotis mengikuti dancer di atas panggung dengan menjadikan badan Rian sebagai sandaran. Sementara Rian tampak canggung mengimbangi tarian istriku. Hal ini memang biasa dilakukan oleh istriku
saat mabuk berat.
Sedangkan aku berjoget ringan, sama sekali tak peduli dengan
tingkahnya.
Sekitar jam dua
belas, muncul keinginanku untuk
menunaikan hajat yang tidak bisa kutunda. Aku pun berpamitan kepada istriku dengan berbisik,
“Aku ke toilet sebentar,” kataku.
”Ok.” jawab istriku singkat.
Aku pergi ke toilet
dan cukup lama aku berada di sana. Memang sudah menjadi kebiasaanku, sambil membuang hajat, kadang aku memainkan games di HP sehingga tak kurang dari
setengah jam aku menghilang.
Baru setelah itu aku kembali ke Pub.
Di dance floor, Rian dan istriku tidak kutemukan. Aku pun menuju ke table yang tadi kupesan, tetapi disana pun kosong sehingga aku
menyapukan pandangan ke segala arah. Suasana yang cukup gelap
menyulitkanku untuk menemukan mereka berdua.
Maka aku memutuskan untuk berkeliling. Kuputari seputaran pub sampai akhirnya mataku tertuju kepada seorang wanita yang dipeluk dari belakang
oleh seorang pria di pojok yang lebih gelap dari area lainnya. Dari pakaian
putih yang dikenakan oleh
perempuan itu dan pantulan bodinya yang bercahaya ketika
terkena sorot lampu
Disco, aku bisa memastikan kalau itu adalah istriku, dan sang pria
tiada lain adalah Rian.
Perasaan curiga dan cemburu mulai hinggap di dada; bagiku tidak masuk akal mereka mmeninggalkan meja saat aku tidak ada. Namun
rasa penasaran membuatku mendekati
mereka secara perlahan, dan menyelinap ke table yang lebih dekat supaya dapat
mendengar pembicaraan serta mengawasi gerak-gerik mereka berdua.
Saat kuawasi, tiba-tiba kulihat istriku berbalik dan mencium
mulut Rian.
Dia melakukannya dengan penuh
nafsu; mulutnya mencari-cari, seperti mengejar lidah Rian agar masuk
ke dalam bibirnya. Darahku kontan terkesiap, apalagi ketika tangan kanan istriku perlahan mulai turun ke selangkangan anak buahku itu dan meremasnya dari luar celana tipis yang Rian kenakan.
Tonjolan di selangkangan Rian memang tidak kelihatan jelas, tetapi dari raut muka lelaki
itu jelas memperlihatkan bahwa birahinya
terpancing oleh tangan nakal istriku yang
memberikan remasan-remasan halus di batang penisnya. Maka
Rian mencoba membalas dengan menyusupkan tangan kanannya ke balik baju istriku meski masih sedikit ada rasa ragu.
Ketika dilihat tidak ada penolakan, barulah ia berusaha masuk lebih jauh melalui sela-sela bra merah yang istriku kenakan. Napasku serasa berhenti manakala Rian mulai meremas-remas buah dada istriku. Walau dalam remang, tetapi jarak yang cukup dekat sanggup memberikanku penglihatan yang teramat jelas akan gerak-gerik
mereka berdua. Di saat istriku akan memasukkan
tangannya ke balik celana Rian, mendadak suara musik berhenti dan beberapa lampu
menyala. Kaget, mereka segera melepaskan pelukan. Sementara aku dengan perlahan-lahan melangkah meninggalkan tempat itu untuk kembali ke tableku.
Kutunggu beberapa menit, dan kulihat mereka berdua
berjalan beriringan bergabung kembali
denganku.
“Dari mana, Mam?” tanyaku memancing.
”Habis ngajak Rian Joget, nggak apa-apa kan?” kilah istriku tanpa merasa bersalah.
“Ohh,” jawabku berpura-pura tidak tahu, dan akupun berusaha untuk tidak memperlihatkan perasaan curiga.
”Kita semua mabuk. Daripada pulang berbahaya, bagaimana kalau kita nginap di sini saja?” usul istriku.
“Terus Rian,
gimana?” tanyaku.
“Ya buka aja dua kamar,.tapi yang connect..biar kita bisa lanjutkan minum,” istriku
meneruskan.
Akhirnya karena aku sendiri pun sudah mabuk berat, maka aku setuju saja dengan usulnya. Kejadian di Pub yang kulihat antara Rian dan istriku mulai
terhapus oleh pengaruh alkohol di kepalaku, tanpa keberatan aku pun check in di dua kamar yang dihubungkan oleh connecting door.
Rian tidak segera ke kamarnya, melainkan bergabung denganku
melanjutkan minum-minum di sofa yang ada di kamarku. Suasana
sudah sangat berbeda dengan saat kedatangannya sore tadi, Rian sudah mulai
berani mengucapkan bahasa-bahasa jorok, juga
bercerita tentang hubungan seks antara dia dan pacarnya secara detail kepadaku, dan anehnya aku pun tidak merasa terganggu dengan perubahan ini. Aku malah tertawa dan ikut bercerita tentang permainan seks
kami berdua, sementara istriku hanya menggigit bibirnya menahan birahi.
Entah jam berapa saat
aku tertidur, namun jam di tanganku menunjukkan pukul 02:35 dini hari saat aku terbangun kembali di sofa tempat kami minum. Istriku tidak lagi ada di sebelahku. Kupejamkan mataku mencoba menguasai
diri, pengaruh alkohol masih sangat kuat terasa. Aku berdiri dengan sempoyongan menuju ke tempat tidur hendak menyusul istriku.
Tapi aku tersadar bahwa ternyata istriku tidak berada di situ. Aku sama sekali tidak bisa berpikir, yang ada di otakku mungkin istriku sedang mengobrol dengan
Rian. Aku pun mendatangi kamar Rian lewat conecting door, tapi langkahku terhenti ketika sayup-sayup kudengar erangan seorang lelaki " “Ohh… enak… terus, sayang… ohh…”
Suara itu jelas suara Rian dari kamar sebelah. Aku semakin penasaran, kubuka pintu yang tak terkunci secara perlahan sampai aku bisa melihat dengan jelas… dan
terpampanglan di depanku satu pemandangan yang sangat mengejutkan.
Disela-sela erangan Rian, tampak istriku tengah menggunakan kedua tangannya sebagai penopang tubuhnya yang sintal. Ia mengangkang di atas kepala Rian dalam posisi 69, dengan kepalanya bergerak
naik-turun mengoral kontol Rian. Suara decak lidah yang beradu dengan kontol bercampur
erangan Rian yang menikmati oral
mulut istriku yang aku tahu sangat mahir melakukannya, terdengar memenuhi seluruh sudut kamar.
Mungkin mereka telah
menghabiskan seluruh minuman yang ada, karena kedua sejoli itu jelas mabuk
parah. ini terbukti dari raut wajah keduanya serta ketidakpedulian mereka akan
kehadiranku yang mengintip melalui pintu yang terbuka sejengkal. Pakaian
mereka berserakan di lantai, tinggal CD hitam yang masih dikenakan istriku. Sedangkan Rian sudah telanjang bulat dengan kontol besar dan panjang yang tampak mengacung tegang ke
atas. Aku tertegun melihat
pemandangan itu, diam-diam kuambil Handphone milikku dan mulai merekam adegan
tersebut.
”Sedot, sayang… ohh,” Rian melenguh.
Istriku terus mengemut kontolnya sementara
Rian menyingkapkan celana dalam yang masih dikenakan istriku ke
samping dan memasukkan jari telunjuk serta jari tengahnya ke lobang vagina mungil yang nampak disana. Sambil mulai mengocok,
terkadang tangan kiri Rian meraih tetek istriku yang
bergelantungan indah dan meremas-remasnya dengan penuh nafsu. Sementara istriku sesekali
melepaskan kontol Rian dari mulutnya dan merintih menikmati kocokan jari laki-laki itu di liang vaginanya dengan wajah merah menengadah serta mulut terbuka.
“Ohhh… ayo, Rian! Puaskan aku!” guman istriku. Tampak
keduanya sangat bernafsu.
Rian segera menarik celana dalam istriku dengan kedua tangannya dan
memelorotkannya dalam
satu kali sentuhan sehingga tidak ada lagi
kain yang menutupi badan istriku. Melihatnya, birahiku pun mulai bangkit.
Kubuka celana sehingga kontolku yang tak
kalah besar dengan milik Rian langsung melonjak keluar dalam keadaan tegang. Perlahan tangan kiriku mengocok-ngocoknya dengan
tetap merekam adegan panas yang tengah mereka berdua lakukan.
Tak kuat menahan rangsangan, istriku melepaskan kontol Rian dari mulutnya dan berputar searah kepala laki-laki itu. Rian menyambut
dengan menarik kedua tangan istriku
serta memeluknya dalam posisi duduk di atas paha. Istriku mengangkat pantatnya dan meraih kontol Rian, pelan ia mengarahkan benda panjang itu ke lubang vaginanya yang telah sangat siap, sebelum selanjutnya
menurunkan pantatnya secara
perlahan sehingga kontol Rian amblas masuk seluruhnya ke celah mungil yang nampak di sana.
“Auwh…” menjerit sebentar, sepertinya
karena kaget sekaligus juga keenakan,
istriku
mulai bergerak naik-turun dan maju-mundur sehingga kontol Rian tampak keluar masuk di dalam memeknya.
Sesekali istriku melakukan gerakan
memutar hingga membuat Rian gelagapan menahan nikmat di batang kontolnya.
Sementara istriku pun
merasakan kenikmatan yang tiada tara akibat sodokan kontol Rian yang besar dan panjang. Dia mulai mengerang tak karuan, “Ohh… ohh… ohh… sodok terus! Hmhh… enaak… mmh… aduh memekku… mmh… gila! Oohh… yang dalem… mmh…”
Kulihat
klitorisnya bergesekan dengan bulu-bulu halus yang tumbuh di atas pangkal kontol Rian sehingga menambah kenikmatan yang
luar biasa.
Rian menyambut gerakan pantat istriku dengan mengikuti goyangannya, sambil kedua tangannya meremas belahan pantat istriku, sedang mulutnya menghisap
buah dada istriku bergantian.
“Mmhhh… goyang, Sayang… rasakan keperkasaan kontolku!” guman Rian di telinga istriku, membuat
istriku semakin bernafsu dan menambah kecepatan goyangannya. Kadang sambil berbisik, Rian melumat telinga
istriku yang membuatnya menggelinjang keenakan.
Hal ini berlangsung beberapa lama sampai akhirnya tiba-tiba kulihat tubuh istriku mengejang, kedua tangannya menjambak rambut
Rian dan kedua buah dadanya dibusungkan jauh ke depan. Dengan gigi hampir
terkatup rapat, ia pun menjerit panjang, ”Ohhhh… a-aku… Ke-kelu…aaa…arrghh!!”
Kemudian tubuh istriku rubuh seperti kain tertiup angin di
sebelah Rian.
Sebenarnya aku sudah sangat terangsang saat itu, tetapi sensasi yang kudapatkan ketika melihat istriku
disetubuhi Rian, membuatku mengurungkan niat untuk menghampiri mereka. Mataku tak berkedip melihat adegan demi adegan dari keduanya yang masih terus
berlangsung.
Rian tampak tak mau lama-lama membiarkan istriku beristirahat. Diraihnya kembali pinggang istriku dan dibaliknya, lalu
diangkat sehingga posisi tubuh istriku menjadi menungging.
Dengan kedua lutut bertumpu pada kasur, Rian mengarahkan kontolnya ke
vagina istriku.
“Aughh…!!” istriku menjerit pelan ketika kontol Rian yang
perkasa kembali memasuki liang vaginanya.
Rian menyodok vagina istriku dari belakang dengan gerakan
maju-mundur cepat,
“Plok… plok… plok…!!” Suara beradunya paha dan pantat menambah panas suasana malam yang dingin itu.
Terkadang Rian membungkuk dan meraih buah dada istriku lalu
diremasnya sambil membenamkan kontol sedalam-dalamnya ke vagina istriku. Perbuatannya itu kontan membuat birahi istriku bangkit kembali dengan sangat cepat, tangan kirinya segera dijulurkan ke belakang untuk meremas buah pelir Rian. Aku yang melihat tentu semakin tak tahan, akhirnya kuputuskan untuk
menghampiri mereka setelah sebelumnya meletakkan HP ke dalam gelas dan mengarahkan kameranya ke tempat adegan
berlangsung.
Rian dan istriku terkesima melihat kehadiranku. Rian menghentikan gerakannya sejenak dalam
keadaan kontol masih tertanam
dalam vagina sempit istriku, sementara wajah istriku pucat pasi ketakutan. Tak ada sepatah kata pun keluar dari keduanya.
Di saat
mereka masih terdiam kebingungan, kutegaskan kedatanganku sengan menjambak rambut istriku dan membenamkan kontolku dalam-dalam ke mulutnya.
“Isep!” perintahku tanpa memberi kesempatan kepadanya untuk membantah.
Terpaksa istriku mengoral kontolku dengan sesekali memandangku takut-takut. Rian masih nampak kebingungan, tetapi perlahan-lahan kembali melakukan gerakan maju-mundur menyodok vagina istriku. Namun gerakannya lebih pelan, tidak seberingas tadi saat aku belum bergabung.
Aku yakin dalam hati mereka berkecamuk berbagai pikiran. Istriku berkali-kali mengeluarkan kontolku
dari mulutnya dan berkata lirih, “Maafin aku ya?”
Tapi aku langsung menyodorkan kembali kontolku ke mulutnya tanpa
mengeluarkan sepatah kata pun… sampai akhirnya Rian mengalami orgasme dengan melolong panjang, ”Ooohhhhh…!!” Tampak pantatnya menekan kuat sehingga kontolnya yang panjang amblas masuk ke dalam vagina istriku dan menyemprotkan sperma yang kental berkali-kali hingga habis
tak bersisa.
Setelah Rian mendapatkan orgasmenya, istriku ganti mengambil alih posisi. Dia naik ke atasku dan mulai
mengocok penisku dengan vaginanya dalam posisi duduk, tampaknya dia ingin memberikan kepuasan kepadaku. Gerakannya yang binal
dan penuh nafsu membuatku merasakan kenikmatan yang belum pernah kudapatkan sebelumnya. Di
sebelah, kulirik Rian yang termenung dengan wajah ketakutan. Kunikmati rasa penyesalannya sampai akhirnya istriku mendapatkan orgasme keduanya bersamaan dengan
semprotan spermaku di liang vaginanya yang menjadi semprotan kedua malam itu…
***
Jam delapan pagi kami semua telah terbangun, Tak ada sepatah
kata pun keluar dari mulut Rian, tapi istriku berulang kali meminta maaf kepadaku, padahal aku sudah menjawab kalau aku memaafkannya. Suasana baru mencair setelah aku bicara kepada mereka berdua bahwa aku
tidak mempermasalahkan kejadian semalam.
Para pembaca sekalian…kisah di atas benar-benar terjadi, tetapi dengan alasan privacy, saya sengaja memodifikasi nama pelaku dan nama kota. Aku dan istriku terkadang
masih melakukan seks threesome dengan Rian, terkadang Rian juga membawa teman wanitanya untuk bergabung bersama kami, dan keadaan itu berlanjut sampai
sekarang…
SELESAI
Saat malam mulai tiba, aku dan istriku mengajaknya makan di luar. Ketiga anakku kami tinggal di rumah bersama kedua pembantu. Kami berangkat menuju sebuah restoran seafood yang paling terkenal di kota B dengan suasana pinggir pantainya yang nyaman. Selesai makan, kami bertiga ngobrol-ngobrol tentang masa lalu. Terkadang kami bercerita tentang kejadian-kejadian konyol yang kami alami saat masih satu kantor. Perbedaan antara pimpinan dan bawahan tidak terlihat di antara kami, yang ada malah kami seperti sahabat lama yang baru saja berjumpa.
Waktu menunjukkan pukul sembilan malam ketika aku dan istriku
mengajak Rian minum di LCC, sebuah tempat hiburan malam yang letaknya di
lantai dasar Hotel BS. Tempatnya tidak terlalu ramai, namun
suasananya cukup nyaman untuk menjadi pilihan bersantai dan mencari hiburan. Aku dan istriku memang sering ke LCC, selain suasananya
nyaman, lampu yang redup membuat kami merasa aman karena tidak mudah orang
mengenali kami saat berada disitu.
Suara music dari Band yang membawakan lagu-lagu TOP Country menggema di setiap sudut ruangan. Jack Daniels dan Coca-cola menemani kami
menikmati suasana Pub yang cukup gelap dan udara yang terasa dingin. Waiters menuangkan Jack Daniels campur Cola ke
gelas yang telah disiapkan, lalu mempersilahkan kami
untuk minum. Sekali tenggak, semua minuman di gelas langsung habis.. sehingga istriku
berinisiatif untuk menuangkan kembali minuman ke dalam gelas.
Demikianlah kami menikmati suasana malam Sabtu sehingga tanpa
kami sadari sudah dua botol Jack Daniels kami habiskan bertiga dan kami jadi benar-benar mabuk
Jam sebelas malam, Band digantikan oleh DJ. Suara house music mengiringi liukan Sexy Dancer di atas panggung.
Para pengunjung pun mulai turun ke Dance Floor.
Istriku berbisik, “Turun yuk?!” katanya sambil menarik tanganku..
“Boleh… Rian kita ajak juga ya?!” jawabku, dan kami pun turun ke dance floor.
Pengaruh alkohol membuat istriku agak kehilangan kontrol, dia
mulai melakukan tarian erotis mengikuti dancer di atas panggung dengan menjadikan badan Rian sebagai sandaran. Sementara Rian tampak canggung mengimbangi tarian istriku. Hal ini memang biasa dilakukan oleh istriku
saat mabuk berat.
Sedangkan aku berjoget ringan, sama sekali tak peduli dengan
tingkahnya.
Sekitar jam dua
belas, muncul keinginanku untuk
menunaikan hajat yang tidak bisa kutunda. Aku pun berpamitan kepada istriku dengan berbisik,
“Aku ke toilet sebentar,” kataku.
”Ok.” jawab istriku singkat.
Aku pergi ke toilet
dan cukup lama aku berada di sana. Memang sudah menjadi kebiasaanku, sambil membuang hajat, kadang aku memainkan games di HP sehingga tak kurang dari
setengah jam aku menghilang.
Baru setelah itu aku kembali ke Pub.
Di dance floor, Rian dan istriku tidak kutemukan. Aku pun menuju ke table yang tadi kupesan, tetapi disana pun kosong sehingga aku
menyapukan pandangan ke segala arah. Suasana yang cukup gelap
menyulitkanku untuk menemukan mereka berdua.
Maka aku memutuskan untuk berkeliling. Kuputari seputaran pub sampai akhirnya mataku tertuju kepada seorang wanita yang dipeluk dari belakang
oleh seorang pria di pojok yang lebih gelap dari area lainnya. Dari pakaian
putih yang dikenakan oleh
perempuan itu dan pantulan bodinya yang bercahaya ketika
terkena sorot lampu
Disco, aku bisa memastikan kalau itu adalah istriku, dan sang pria
tiada lain adalah Rian.
Perasaan curiga dan cemburu mulai hinggap di dada; bagiku tidak masuk akal mereka mmeninggalkan meja saat aku tidak ada. Namun
rasa penasaran membuatku mendekati
mereka secara perlahan, dan menyelinap ke table yang lebih dekat supaya dapat
mendengar pembicaraan serta mengawasi gerak-gerik mereka berdua.
Saat kuawasi, tiba-tiba kulihat istriku berbalik dan mencium
mulut Rian.
Dia melakukannya dengan penuh
nafsu; mulutnya mencari-cari, seperti mengejar lidah Rian agar masuk
ke dalam bibirnya. Darahku kontan terkesiap, apalagi ketika tangan kanan istriku perlahan mulai turun ke selangkangan anak buahku itu dan meremasnya dari luar celana tipis yang Rian kenakan.
Tonjolan di selangkangan Rian memang tidak kelihatan jelas, tetapi dari raut muka lelaki
itu jelas memperlihatkan bahwa birahinya
terpancing oleh tangan nakal istriku yang
memberikan remasan-remasan halus di batang penisnya. Maka
Rian mencoba membalas dengan menyusupkan tangan kanannya ke balik baju istriku meski masih sedikit ada rasa ragu.
Ketika dilihat tidak ada penolakan, barulah ia berusaha masuk lebih jauh melalui sela-sela bra merah yang istriku kenakan. Napasku serasa berhenti manakala Rian mulai meremas-remas buah dada istriku. Walau dalam remang, tetapi jarak yang cukup dekat sanggup memberikanku penglihatan yang teramat jelas akan gerak-gerik
mereka berdua. Di saat istriku akan memasukkan
tangannya ke balik celana Rian, mendadak suara musik berhenti dan beberapa lampu
menyala. Kaget, mereka segera melepaskan pelukan. Sementara aku dengan perlahan-lahan melangkah meninggalkan tempat itu untuk kembali ke tableku.
Kutunggu beberapa menit, dan kulihat mereka berdua
berjalan beriringan bergabung kembali
denganku.
“Dari mana, Mam?” tanyaku memancing.
”Habis ngajak Rian Joget, nggak apa-apa kan?” kilah istriku tanpa merasa bersalah.
“Ohh,” jawabku berpura-pura tidak tahu, dan akupun berusaha untuk tidak memperlihatkan perasaan curiga.
”Kita semua mabuk. Daripada pulang berbahaya, bagaimana kalau kita nginap di sini saja?” usul istriku.
“Terus Rian,
gimana?” tanyaku.
“Ya buka aja dua kamar,.tapi yang connect..biar kita bisa lanjutkan minum,” istriku
meneruskan.
Akhirnya karena aku sendiri pun sudah mabuk berat, maka aku setuju saja dengan usulnya. Kejadian di Pub yang kulihat antara Rian dan istriku mulai
terhapus oleh pengaruh alkohol di kepalaku, tanpa keberatan aku pun check in di dua kamar yang dihubungkan oleh connecting door.
Rian tidak segera ke kamarnya, melainkan bergabung denganku
melanjutkan minum-minum di sofa yang ada di kamarku. Suasana
sudah sangat berbeda dengan saat kedatangannya sore tadi, Rian sudah mulai
berani mengucapkan bahasa-bahasa jorok, juga
bercerita tentang hubungan seks antara dia dan pacarnya secara detail kepadaku, dan anehnya aku pun tidak merasa terganggu dengan perubahan ini. Aku malah tertawa dan ikut bercerita tentang permainan seks
kami berdua, sementara istriku hanya menggigit bibirnya menahan birahi.
Entah jam berapa saat
aku tertidur, namun jam di tanganku menunjukkan pukul 02:35 dini hari saat aku terbangun kembali di sofa tempat kami minum. Istriku tidak lagi ada di sebelahku. Kupejamkan mataku mencoba menguasai
diri, pengaruh alkohol masih sangat kuat terasa. Aku berdiri dengan sempoyongan menuju ke tempat tidur hendak menyusul istriku.
Tapi aku tersadar bahwa ternyata istriku tidak berada di situ. Aku sama sekali tidak bisa berpikir, yang ada di otakku mungkin istriku sedang mengobrol dengan
Rian. Aku pun mendatangi kamar Rian lewat conecting door, tapi langkahku terhenti ketika sayup-sayup kudengar erangan seorang lelaki " “Ohh… enak… terus, sayang… ohh…”
Suara itu jelas suara Rian dari kamar sebelah. Aku semakin penasaran, kubuka pintu yang tak terkunci secara perlahan sampai aku bisa melihat dengan jelas… dan
terpampanglan di depanku satu pemandangan yang sangat mengejutkan.
Disela-sela erangan Rian, tampak istriku tengah menggunakan kedua tangannya sebagai penopang tubuhnya yang sintal. Ia mengangkang di atas kepala Rian dalam posisi 69, dengan kepalanya bergerak
naik-turun mengoral kontol Rian. Suara decak lidah yang beradu dengan kontol bercampur
erangan Rian yang menikmati oral
mulut istriku yang aku tahu sangat mahir melakukannya, terdengar memenuhi seluruh sudut kamar.
Mungkin mereka telah
menghabiskan seluruh minuman yang ada, karena kedua sejoli itu jelas mabuk
parah. ini terbukti dari raut wajah keduanya serta ketidakpedulian mereka akan
kehadiranku yang mengintip melalui pintu yang terbuka sejengkal. Pakaian
mereka berserakan di lantai, tinggal CD hitam yang masih dikenakan istriku. Sedangkan Rian sudah telanjang bulat dengan kontol besar dan panjang yang tampak mengacung tegang ke
atas. Aku tertegun melihat
pemandangan itu, diam-diam kuambil Handphone milikku dan mulai merekam adegan
tersebut.
”Sedot, sayang… ohh,” Rian melenguh.
Istriku terus mengemut kontolnya sementara
Rian menyingkapkan celana dalam yang masih dikenakan istriku ke
samping dan memasukkan jari telunjuk serta jari tengahnya ke lobang vagina mungil yang nampak disana. Sambil mulai mengocok,
terkadang tangan kiri Rian meraih tetek istriku yang
bergelantungan indah dan meremas-remasnya dengan penuh nafsu. Sementara istriku sesekali
melepaskan kontol Rian dari mulutnya dan merintih menikmati kocokan jari laki-laki itu di liang vaginanya dengan wajah merah menengadah serta mulut terbuka.
“Ohhh… ayo, Rian! Puaskan aku!” guman istriku. Tampak
keduanya sangat bernafsu.
Rian segera menarik celana dalam istriku dengan kedua tangannya dan
memelorotkannya dalam
satu kali sentuhan sehingga tidak ada lagi
kain yang menutupi badan istriku. Melihatnya, birahiku pun mulai bangkit.
Kubuka celana sehingga kontolku yang tak
kalah besar dengan milik Rian langsung melonjak keluar dalam keadaan tegang. Perlahan tangan kiriku mengocok-ngocoknya dengan
tetap merekam adegan panas yang tengah mereka berdua lakukan.
Tak kuat menahan rangsangan, istriku melepaskan kontol Rian dari mulutnya dan berputar searah kepala laki-laki itu. Rian menyambut
dengan menarik kedua tangan istriku
serta memeluknya dalam posisi duduk di atas paha. Istriku mengangkat pantatnya dan meraih kontol Rian, pelan ia mengarahkan benda panjang itu ke lubang vaginanya yang telah sangat siap, sebelum selanjutnya
menurunkan pantatnya secara
perlahan sehingga kontol Rian amblas masuk seluruhnya ke celah mungil yang nampak di sana.
“Auwh…” menjerit sebentar, sepertinya
karena kaget sekaligus juga keenakan,
istriku
mulai bergerak naik-turun dan maju-mundur sehingga kontol Rian tampak keluar masuk di dalam memeknya.
Sesekali istriku melakukan gerakan
memutar hingga membuat Rian gelagapan menahan nikmat di batang kontolnya.
Sementara istriku pun
merasakan kenikmatan yang tiada tara akibat sodokan kontol Rian yang besar dan panjang. Dia mulai mengerang tak karuan, “Ohh… ohh… ohh… sodok terus! Hmhh… enaak… mmh… aduh memekku… mmh… gila! Oohh… yang dalem… mmh…”
Kulihat
klitorisnya bergesekan dengan bulu-bulu halus yang tumbuh di atas pangkal kontol Rian sehingga menambah kenikmatan yang
luar biasa.
Rian menyambut gerakan pantat istriku dengan mengikuti goyangannya, sambil kedua tangannya meremas belahan pantat istriku, sedang mulutnya menghisap
buah dada istriku bergantian.
“Mmhhh… goyang, Sayang… rasakan keperkasaan kontolku!” guman Rian di telinga istriku, membuat
istriku semakin bernafsu dan menambah kecepatan goyangannya. Kadang sambil berbisik, Rian melumat telinga
istriku yang membuatnya menggelinjang keenakan.
Hal ini berlangsung beberapa lama sampai akhirnya tiba-tiba kulihat tubuh istriku mengejang, kedua tangannya menjambak rambut
Rian dan kedua buah dadanya dibusungkan jauh ke depan. Dengan gigi hampir
terkatup rapat, ia pun menjerit panjang, ”Ohhhh… a-aku… Ke-kelu…aaa…arrghh!!”
Kemudian tubuh istriku rubuh seperti kain tertiup angin di
sebelah Rian.
Sebenarnya aku sudah sangat terangsang saat itu, tetapi sensasi yang kudapatkan ketika melihat istriku
disetubuhi Rian, membuatku mengurungkan niat untuk menghampiri mereka. Mataku tak berkedip melihat adegan demi adegan dari keduanya yang masih terus
berlangsung.
Rian tampak tak mau lama-lama membiarkan istriku beristirahat. Diraihnya kembali pinggang istriku dan dibaliknya, lalu
diangkat sehingga posisi tubuh istriku menjadi menungging.
Dengan kedua lutut bertumpu pada kasur, Rian mengarahkan kontolnya ke
vagina istriku.
“Aughh…!!” istriku menjerit pelan ketika kontol Rian yang
perkasa kembali memasuki liang vaginanya.
Rian menyodok vagina istriku dari belakang dengan gerakan
maju-mundur cepat,
“Plok… plok… plok…!!” Suara beradunya paha dan pantat menambah panas suasana malam yang dingin itu.
Terkadang Rian membungkuk dan meraih buah dada istriku lalu
diremasnya sambil membenamkan kontol sedalam-dalamnya ke vagina istriku. Perbuatannya itu kontan membuat birahi istriku bangkit kembali dengan sangat cepat, tangan kirinya segera dijulurkan ke belakang untuk meremas buah pelir Rian. Aku yang melihat tentu semakin tak tahan, akhirnya kuputuskan untuk
menghampiri mereka setelah sebelumnya meletakkan HP ke dalam gelas dan mengarahkan kameranya ke tempat adegan
berlangsung.
Rian dan istriku terkesima melihat kehadiranku. Rian menghentikan gerakannya sejenak dalam
keadaan kontol masih tertanam
dalam vagina sempit istriku, sementara wajah istriku pucat pasi ketakutan. Tak ada sepatah kata pun keluar dari keduanya.
Di saat
mereka masih terdiam kebingungan, kutegaskan kedatanganku sengan menjambak rambut istriku dan membenamkan kontolku dalam-dalam ke mulutnya.
“Isep!” perintahku tanpa memberi kesempatan kepadanya untuk membantah.
Terpaksa istriku mengoral kontolku dengan sesekali memandangku takut-takut. Rian masih nampak kebingungan, tetapi perlahan-lahan kembali melakukan gerakan maju-mundur menyodok vagina istriku. Namun gerakannya lebih pelan, tidak seberingas tadi saat aku belum bergabung.
Aku yakin dalam hati mereka berkecamuk berbagai pikiran. Istriku berkali-kali mengeluarkan kontolku
dari mulutnya dan berkata lirih, “Maafin aku ya?”
Tapi aku langsung menyodorkan kembali kontolku ke mulutnya tanpa
mengeluarkan sepatah kata pun… sampai akhirnya Rian mengalami orgasme dengan melolong panjang, ”Ooohhhhh…!!” Tampak pantatnya menekan kuat sehingga kontolnya yang panjang amblas masuk ke dalam vagina istriku dan menyemprotkan sperma yang kental berkali-kali hingga habis
tak bersisa.
Setelah Rian mendapatkan orgasmenya, istriku ganti mengambil alih posisi. Dia naik ke atasku dan mulai
mengocok penisku dengan vaginanya dalam posisi duduk, tampaknya dia ingin memberikan kepuasan kepadaku. Gerakannya yang binal
dan penuh nafsu membuatku merasakan kenikmatan yang belum pernah kudapatkan sebelumnya. Di
sebelah, kulirik Rian yang termenung dengan wajah ketakutan. Kunikmati rasa penyesalannya sampai akhirnya istriku mendapatkan orgasme keduanya bersamaan dengan
semprotan spermaku di liang vaginanya yang menjadi semprotan kedua malam itu…
***
Jam delapan pagi kami semua telah terbangun, Tak ada sepatah
kata pun keluar dari mulut Rian, tapi istriku berulang kali meminta maaf kepadaku, padahal aku sudah menjawab kalau aku memaafkannya. Suasana baru mencair setelah aku bicara kepada mereka berdua bahwa aku
tidak mempermasalahkan kejadian semalam.
Para pembaca sekalian…kisah di atas benar-benar terjadi, tetapi dengan alasan privacy, saya sengaja memodifikasi nama pelaku dan nama kota. Aku dan istriku terkadang
masih melakukan seks threesome dengan Rian, terkadang Rian juga membawa teman wanitanya untuk bergabung bersama kami, dan keadaan itu berlanjut sampai
sekarang…
SELESAI
Fantasy Liarku part II
Sudah sekitar 2 bln terakhir ini gw sering berfantasi yg mungkin bs dibilang nakal. Yakni merasa lbh horny jk melihat istri gw ML sm cowok lain. Ya..,
mungkin krn khdpn seks yg monoton. Seiring dengan berjalannya waktu gw berhasrat ingin mencoba merealisasikan fantasi gw tsb.Istri gw tergolong alim & pemalu. Pernah gw pancing ide gila ini sewaktu sedang ML dengannya. Walhasil... do’i marah bro.Hingga suatu hari muncul ide yg mnrt gw cocok untuk merealisasikan fantasi gw tsb.
Awalnya gini, untuk menjaga kebugaran & vitalitas tubuhnya, istri gw sering dipijat. Tp selama ini yg mijat adl ibu2x tua. Ya.., namanya juga tukang pijat beneran.
Sedikit info ttg istri gw, usianya 29 th, tingginya 165cm, ukrn bra 36B. Kulit kuning langsat.
Faceny sepintas spt Dina Lorenza.Kejadian ini berawal ketika suatu hr gw pernah baca iklan dikoran tentang pijat refleksi. Bermodalkan info tsb, lalu gw ketempat pemijatan tsb.
Singkat cerita setelah mendapatkan info yg gw butuhkan, akhirnya gw membuat janji dgn pengurus panti pijat tsb mengenai kapan, siapa yang yg memijat & dipijat, kategori pemijatan & tempatnya.
Di hari & tempat yg telah dipersiapkan, sekarang gw tinggal menunggu waktunya sj. “Jam berapa Mas pijatnya?” tanya F istri gw. “Jam 9”. “Kok ga suruh Bi Tika sj sih yg pijat. Kaya’ biasanya?”
“Pijat yg satu ini lain. Namanya juga refleksi. Bukan spt pijat urut biasa. Tp fungsi utamanya utk merelekskan otot2x yg kaku. Bahkan bs menyembuhkan penyakit tertentu jika rutin”.
Tepat jm 9 lwt 10 menit sang pemijat pun datang.“Malam Mas T. Maaf sy sdkt terlambat.” “Ndak apa2x. Kebetulan anak2x sdh tidur, jadi ga ada yg ganggu.
Maklum msh kecil2x.”Setelah perkenalan sejenak dgn istri gw, lalu acara pemijatan pun dimulai.
Sengaja gw pilih ruang kamar tidur khusus tamu dlm proses pemijatan kali ini. Karena sebelumnya gw sdh memasang hidden cam di salah sudut kmr tsb. Jd nanti gw bs leluasa memantau seluruh isi ruangan.“Bisa dimulai skrng Mbak F” tanya A kepada istri gw. Sdkt info lagi, pemijat yg gw pilih memang usianya lebh muda 3 th dr istri gw. Dan face-nya pun lumayan ganteng. Kulitnya kuning, tinggi sktr 170 cm.Istri gw berbaring telungkup diranjang yg memang khusus utk 1 orang. Dia hanya berbalut kain tp msh menggunakan bra & cd.A memulai aksinya. Pijatan dimulai dari telapak kaki. Gw memperhatikan dgn seksama setiap gerakannya.“Kalo terasa sakit, bilang ya Mbak,” ucap B kepada istri gw. “Iya,” jwb F singkat.Sambil memijat B berusaha bersikap sopan baik dlm berbicara maupun bertindak. Dan untuk mencairkan suasana, kami bertiga pun terlibat perbincangan ringan.Hampir 10 menit berlalu, tahap pemijatan berhenti didaerah lipatan dengkul. Kemudian B beralih ke punggung.
“Maaf Mbak F, sy buka bra-nya ya. Soalnya mau diberi minyak?” Dengan posisi kepala yg miring, Istri gw melirik kearah gw. Dan gw pun mengangguk pelan. “Buka sj A, biar nggak mengganggu,” jwb gw.F mulai kelihatan rileks. Dan dia mulai menikmati pijatan B didaerah punggungnya.“Aku ke WC dulu Ma, udah kebelet nich,” kata gw pura2x. Padahal disinilah awal fantasi gw bermulai. Lalu gw meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.Keluar dr kamar gw tdk menuju ke WC melainkan ke ruang tamu sambil menghidupkan alat perekam dr hidden cam yang sdh gw pasang.Video receiver & recorder yg gw beli cukup kecil tp lumayan canggih. Selain kualitas gambar yg cukup bgs, alat ini juga dilengkapi dgn audionya.Sungguh pemandangan yg bs bikin horny melihat istri gw disentuh & diraba oleh pria lain. Apalagi ketika A minta izin istri gw utk menurunkan sdkt cd-nya krn akan memijat daerah pantat.Gw semakin horny ketika melihat aksi A yang agak menekan-nekan jarinya didaerah pangkal tulang ekor pantat istri gw. Dan istri gw pun kelihatannya semakin rileks dan menikmati setiap sentuhan & pijatan A.Gw mengambil inisiatif utk cari alasan keluar rumah supaya mereka bisa lebih leluasa. Dgn berpura-pura keluar dr WC, gw msk lagi kedalam kamar.Pemandangan yang indah. Kini cd F sudah berada di daerah dengkulnya. Meskipun pantatnya tertutup kain.“Ma., aku keluar sebentar mau beli nasi goreng. Mama mau nggak?” Istri gw hanya menjawab dgn gelengan pelan dengan mata yg terpejam.Kelihatannya dia sudah benar2x rileks. Lalu gw pun keluar dgn menghidupkan motor. Dan berlalu.Beberapa meter dr rumah, gw mematikan mesin. Lalu gw kembali lg kerumah. Dan masuk lewat pintu belakang yg sengaja tdk gw kunci. Dari dlm dapur, gw mulai menonton aksi A.
Pemandangan yg gw lihat semakin indah. Kini cd F sudah terlepas dari tubuhnya. Samar-samar gw bisa mendengar percakapan mereka krn gw sengaja mengecilkan volume audionya.A sekarang memijat bagian paha F. Ketika kamera zoom-nya diperbesar, gw dpt melihat dgn jelas ada sesuatu yang menonjol dibalik training A.“Jika terasa sakit, bilang ya Mbak.” F hanya mengangguk pelan. Tangan A semakin naik keatas pangkal paha F. Terlihat jelas posisi F yang mulai berubah. Dia mungkin sdng menahan geli atau juga merasakan sensasi tertentu ketika jari2x A terkadang dengan sengaja menyentuh vaginanya.Posisi kaki F sekarang tidak serapat pada saat mulainya pemijatan. Sedikit demi sedikit mulai melebar baik sengaja atau pun karena akibat pijatan A yg membuatnya bergeser.“Enak Mbak F?” Istriku hanya terdiam. Mungkin karena agak malu.“Mas T beli nasi gorengnya di mana mbak?” “Di daerah L” balas F.Jarak tempuh dr rumah ku ke daerah L sekitar 15 menit PP. Proses pemesanan kira2x 15 menit.
Jadi
ada wktu 30 menit. Mungkin itu yg ada dalam benak A.A menuangkan sedikit minyak di atas bongkahan pantat F. Dan mulai memijat lembut lalu turun kearah anus F. Mendapat sentuhan itu F secara reflek menggoyangkan pantatnya.A merasa mendapat angin segar. Tampak sekali A berusaha merangsang F dgn sentuhan2xnya baik didaerah anus maupun daerah vagina F. Dan sekarang tanpa malu2x lagi bahkan lebih intensif. F istri gw pun tampak semakin menikmatinya.Suasana horny didalm ruangan gw ganggu sejenak dgn bunyi sms yg sengaja gw kirim ke F yg beritanya bahwa ban motor gw bocor. Jadi mungkin agak lama br bs kembali kerumah.Jawaban yg gw terima sedikit mengejutkan. “Iya..., ndak apa2x. Sebentar lagi pijatannya udah selesai”. Setelah mengirimkan sms, A melanjutkan lagi pemijatannya.Kali ini di mulai memijat daerah leher. A berdiri tepat di atas kepala F yang sekarang kepalanya disuruh menghadap sejajar ranjang.Dengan memijat2x lembut sesekali tangan A mengelus punggung F.
Dengan posisi mata tetap terpejam, F nampak sekali menikmati setiap sensasi yang dirasakannya.Tangan kiri memijat lembut pangkal leher F dan tiba2x tangan kanannya mengelus dan mengusap vagina F yang menurut gw pasti sudah sangat basah.“Ach...., ach.., terdengar desahan F. “Nikmati saja mbak” ucap A sambil mulai memasukan jarinya kedalam vagina F. “Hmm..., ackh....” Nafas F semakin tidak teratur.Lalu.., A menarik tangan kanannya dan tiba2x mengeluarkan kontolnya. Kini pemandangan yg kulihat benar2x dahsyat. Dengan posisi berdiri diatas kepala F, kontol A berada tepat dihadapan mulut F. Meskipun F belum menyadarinya karena sedari tadi matanya terpejam. Setelah itu, A memainkan kembali tangannya di daerah vagina F.
“Mbak.., tolong buka matanya,” pinta A. Lalu perlahan F membuka matanya. F sempat kaget mendapati ada sebuah torpedo yang mengacung tegak dan jelas lebih besar & panjang dari punya gw berada tepat didepan mulutnya.Dengan nafas sedikit memburu, tanpa diperintah, dengan perlahan F mulai mencium dan menjilat kontol A. A memajukan sedikit posisi berdirinya agar F dapat dengan mudah memasukan kontolnya kedalam mulutnya.Sungguh diluar dugaan gw. Ternyat F yg selama ini gw kenal agak sedikit berbeda. Dengan lembut F mulai mengulum & menghisap batang kontol A. Mendapat perlakukan spt itu, A menyuruh F berbaring terlentang tanpa melepaskan kontolnya dari mulut F.Lalu A mulai meraba dan menjilat toket F.Mereka melakukan aksi seperti itu sekitar 5 menit. “Boleh sy masukan mbak?”F mengangguk pelan. “Jawab dong mbak,” ucap A pelan sambil mulai mencium bibir F. Karena pengaruh libido yg sdh tidak terkendali, gw melihat F mulai bertindak diluar kendalinya.“Boleh,” ucap F lirih.Kemudian A memposisikan kontolnya didepan vagina F. Dengan sekali dorongan halus, perlahan-lahan kontol A masuk kedalam memek F. “Aacchhh...,” desah F.A mulai memompa pantatnya secara perlahan. F yang dalam kendali birahi seolah-olah mengimbanginya.
Oohh., nikmat sekali memekmu mbak. Sempit sekali. Bagaimana kontolku mbak. Nikmat? Tanya A. “Iya...,” “Apanya mbak? Pancing A. “Kontolmu nikmat. Besar & panjang.” Nikmat mana dengan punya suamimu mbak?“Eh...ackh.. nik..mat kontolmu.”“Yeaach..., nikmatilah Mbak, nikmatilah kontolku.”Uch...achk, Terdengar desahan F Istri gw.“Agak cepat A. Genjot yg cepat. Ack..., yah..., genjot yg keras A.” Teriak F. “Apanya yg digenjot Mbak?” Pancing A. “Memekku A. Genjot memekku.”“Aa....aaack....., aku hampir sampai A. Terus...., yg cepat..” nafas F semakin memburu.Perkiraan gw sebentar lagi F pasti akan merasakan orgasmenya. Namun beberapa detik kemudian, ternyata A mencabut kontolnya dari vagina F.“Jangan dicabut A, please..., aku belum dapet. Please.., masukan lg kontolmu A. Aku mohon...,” pinta F.“Tenang aja mbak. Pasti aku masukan lagi. Tapi, kita ganti posisi dulu. Sekarang mbak nungging ya..? perintah A.Demi meraih orgasme dan karena dipengaruhi birahi yg tinggi,
F istri gw seolah-olah melupakan statusnya sekarang.Tanpa diperintah kedua kalinya, F langsung mengambil posisi menungging.Melihat lubang memek F yang menganga, A langsung mengarahkan kontolnya.Blezzz.., kontol A yang panjangnya ge perkirakan 20 cm langsung lenyap ditelan memek F istri gw.“Ackh..., pelan-pelan A,” erang F. Tapi A tdk menghiraukan ucapan F. Begitu kontolnya amblas, langsung digenjotnya cepat-cepat.“Oh.., yeach.., nikmat sekali memekmu F. Legit.”Nafas F kian memburu mendapat perlakuan sedikit kasar dari A.“Terus.., genjot terus yang cepat. Ackh..., ackh...., oohhh..,” F kian meracau.“Semakin cepat A. Aku udah mau sampe..., ackh..”Mendengar ucapan F, A tiba-tiba langsung mencabut kontolnya dari lubang memek F.“Aduh.., please A jangan dicabut. Please..., masukan lagi,” terdengar suara F sedikit menghiba.Lalu A membalikan tubuh F. Disuruhnya F mengangkang. Kemudian..., Blezzz, kontol A masuk lagi.Sambil melumat bibir F, dengan genjotan berirama dan pelan A mulai memompa pantatnya.Gw yang sedari tadi melihat kejadian ini, jadi ikut-ikutan ngos-ngosan menahan nafsu.Terus terang, gw jadi sangat horny melihat F istri gw di perlakukan sedemikian rupa oleh pria lain.Hampir 5 menit berlalu, bibir F dan A masih tetap berpagutan, saling hisap dan menjilat. Dan mulai tampak tanda-tanda F akan segera orgasme.Ciumannya semakin kuat. “Ackh...., ackh...., mmph..., te..rrus.., agak cepat A.”“Mbak...F,” terdengar pelan suara A sambil mengurangi kecepatan genjotannya.“Mbak F...., kalo’ mbak pengen sampe, mbak F harus menuruti semua keinginan saya.”F terdiam sejenak. Birahinya mengalahkan akal sehatnya. Lalu mengangguk pelan.“Baiklah..., saya akan buat mbak F orgasme dengan syarat mbak harus mau menelan sperma saya. Bagaimana mbak F ?” tanya A sambil tetap memompa pantatnya.Gila.., batinku. F pasti tidak akan meu melakukan hal itu. Selama ini dia tidak pernah mau jika gw akan ejakulasi di mulutnya. Apalagi menelan sperma.“Terserah kamu Yang penting sy bisa sampe. Puaskan sy sekarang A, please...” pinta F.Mendengra ucapan F, gw sempat terperanjat. Tapi gw juga penasara, apa betul f mau melakukan hal tersebut.“Baiklah mbak.” Lalu A mulai menaikan kecepatan genjotannya. Sambil menjilat puting F.“Yeach..., terus A. Ter..russs., yang cepat A.”“Ackh..., nikmat sekali mbak memekmu. Ayo mbak..., ucapkan mbak kalo mbak mau menelan sperma sy. Katakan mbak,” perintah A.“Saya mau sperma kamu A.” “Mau apa mbak? Ucapkan yg jelas.”“Saya mau menelan sperma kamu A.” “Kamu haus...?” “Iya..., A. Sy haus dan mau menelan perma kamu.”“Terus...., ohh...., nikmat sekali kontolmu A. Genjot yg cepat A. Sy udah mau sampe...., lebih cepat lagi A.”“Saya akan memberikan orgasme terhebat yg belum pernah kamu rasakan mbak,” balas A.Melihat tanda-tanda F akan segera klimaks..., “Nah..., sekarang tahan nafasnya mbak,” perintah A.F menuruti perintah A. Dia segera menahan nafasnya. “Tahan terus mbak, jangan dikeluarkan dulu sampai mbak klimaks bisik A lagi.
Beberapa detik kemudian....“Aaacchkkkk..............,” teriak F.
Sungguh pemandangan yang benar-benar menakjubkan. Mata F terpejam begitu dia memperoleh orgasmenya. Nampak sekali dia merasakan suatu kenikmatan ML yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Tubuhnya bahkan menegang keras berbarengan dengan orgasme yang diperolehnya.Tidak lama setelah F orgasme, tiba-tiba A mencabut kontolnya. Dan mengarahkan ke mulut F.Sambil mengocok kontolnya dengan cepat, “Sekarang..., buka mulutnya mbak,” pinta A.Dugaan gw meleset. Gw kira F tidak bakalan mau melakukan itu. Tapi yang gw lihat ternyata sungguh diluar dugaan. F menuruti perintah A.“Hisap kepala kontol sy mbak,” perintah A. Sambil mengocok dengan semakin cepat, A menghisap dengan kuat kepala kontol A.“Aa....ackhh....., ackh...., telan mbak. Telan semuanya.” “Tanpa ragu F istri gw menuruti semua perintah A dengan menelan semua sperma A.
Setelah semua spermanya diperas keluar, perlahan A menarik keluar kontolnya dari mulut F.“Bagus mbak..., bagaimana rasanya ? Nikmat bukan. Sy yakin pasti mbak suka dengan rasa sperma sy. Karena saya bukan perokok.F hanya tersenyum tipis sambil mengangguk pelan.
"Orgasme yg mbak alami tadi itu namanya A Little Death. Nikmat nggak?”“Iya..., sy belum pernah orgasme senikmat itu. Ini pengalaman yg luar biasa,” jawab istri gw.Setelah beristirahat sejenak, lalu mereka pun berpakaian kembali. Dan gw segera pura-pura kembali dari membeli nasi goreng.
“Ohh.., udh selesai mijatnya,” tanya gw pura-pura.
“Udah Mas,” jwb A. Dan setelah ngobrol se bentar, lalu A berpamitan pulang.
“Gimana Ma ? Enak nggak ?” pancing gw.
“Lumayanlah,” balas istri gw datar berusaha menutupi kejadian yg sebenarnya.
Kalo rutin tiap minggu mau nggak ?” pancing gw lagi. Terserah Mas aja.” ujar farra istriku..
S E K I A N
TONI & Farra
mungkin krn khdpn seks yg monoton. Seiring dengan berjalannya waktu gw berhasrat ingin mencoba merealisasikan fantasi gw tsb.Istri gw tergolong alim & pemalu. Pernah gw pancing ide gila ini sewaktu sedang ML dengannya. Walhasil... do’i marah bro.Hingga suatu hari muncul ide yg mnrt gw cocok untuk merealisasikan fantasi gw tsb.
Awalnya gini, untuk menjaga kebugaran & vitalitas tubuhnya, istri gw sering dipijat. Tp selama ini yg mijat adl ibu2x tua. Ya.., namanya juga tukang pijat beneran.
Sedikit info ttg istri gw, usianya 29 th, tingginya 165cm, ukrn bra 36B. Kulit kuning langsat.
Faceny sepintas spt Dina Lorenza.Kejadian ini berawal ketika suatu hr gw pernah baca iklan dikoran tentang pijat refleksi. Bermodalkan info tsb, lalu gw ketempat pemijatan tsb.
Singkat cerita setelah mendapatkan info yg gw butuhkan, akhirnya gw membuat janji dgn pengurus panti pijat tsb mengenai kapan, siapa yang yg memijat & dipijat, kategori pemijatan & tempatnya.
Di hari & tempat yg telah dipersiapkan, sekarang gw tinggal menunggu waktunya sj. “Jam berapa Mas pijatnya?” tanya F istri gw. “Jam 9”. “Kok ga suruh Bi Tika sj sih yg pijat. Kaya’ biasanya?”
“Pijat yg satu ini lain. Namanya juga refleksi. Bukan spt pijat urut biasa. Tp fungsi utamanya utk merelekskan otot2x yg kaku. Bahkan bs menyembuhkan penyakit tertentu jika rutin”.
Tepat jm 9 lwt 10 menit sang pemijat pun datang.“Malam Mas T. Maaf sy sdkt terlambat.” “Ndak apa2x. Kebetulan anak2x sdh tidur, jadi ga ada yg ganggu.
Maklum msh kecil2x.”Setelah perkenalan sejenak dgn istri gw, lalu acara pemijatan pun dimulai.
Sengaja gw pilih ruang kamar tidur khusus tamu dlm proses pemijatan kali ini. Karena sebelumnya gw sdh memasang hidden cam di salah sudut kmr tsb. Jd nanti gw bs leluasa memantau seluruh isi ruangan.“Bisa dimulai skrng Mbak F” tanya A kepada istri gw. Sdkt info lagi, pemijat yg gw pilih memang usianya lebh muda 3 th dr istri gw. Dan face-nya pun lumayan ganteng. Kulitnya kuning, tinggi sktr 170 cm.Istri gw berbaring telungkup diranjang yg memang khusus utk 1 orang. Dia hanya berbalut kain tp msh menggunakan bra & cd.A memulai aksinya. Pijatan dimulai dari telapak kaki. Gw memperhatikan dgn seksama setiap gerakannya.“Kalo terasa sakit, bilang ya Mbak,” ucap B kepada istri gw. “Iya,” jwb F singkat.Sambil memijat B berusaha bersikap sopan baik dlm berbicara maupun bertindak. Dan untuk mencairkan suasana, kami bertiga pun terlibat perbincangan ringan.Hampir 10 menit berlalu, tahap pemijatan berhenti didaerah lipatan dengkul. Kemudian B beralih ke punggung.
“Maaf Mbak F, sy buka bra-nya ya. Soalnya mau diberi minyak?” Dengan posisi kepala yg miring, Istri gw melirik kearah gw. Dan gw pun mengangguk pelan. “Buka sj A, biar nggak mengganggu,” jwb gw.F mulai kelihatan rileks. Dan dia mulai menikmati pijatan B didaerah punggungnya.“Aku ke WC dulu Ma, udah kebelet nich,” kata gw pura2x. Padahal disinilah awal fantasi gw bermulai. Lalu gw meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.Keluar dr kamar gw tdk menuju ke WC melainkan ke ruang tamu sambil menghidupkan alat perekam dr hidden cam yang sdh gw pasang.Video receiver & recorder yg gw beli cukup kecil tp lumayan canggih. Selain kualitas gambar yg cukup bgs, alat ini juga dilengkapi dgn audionya.Sungguh pemandangan yg bs bikin horny melihat istri gw disentuh & diraba oleh pria lain. Apalagi ketika A minta izin istri gw utk menurunkan sdkt cd-nya krn akan memijat daerah pantat.Gw semakin horny ketika melihat aksi A yang agak menekan-nekan jarinya didaerah pangkal tulang ekor pantat istri gw. Dan istri gw pun kelihatannya semakin rileks dan menikmati setiap sentuhan & pijatan A.Gw mengambil inisiatif utk cari alasan keluar rumah supaya mereka bisa lebih leluasa. Dgn berpura-pura keluar dr WC, gw msk lagi kedalam kamar.Pemandangan yang indah. Kini cd F sudah berada di daerah dengkulnya. Meskipun pantatnya tertutup kain.“Ma., aku keluar sebentar mau beli nasi goreng. Mama mau nggak?” Istri gw hanya menjawab dgn gelengan pelan dengan mata yg terpejam.Kelihatannya dia sudah benar2x rileks. Lalu gw pun keluar dgn menghidupkan motor. Dan berlalu.Beberapa meter dr rumah, gw mematikan mesin. Lalu gw kembali lg kerumah. Dan masuk lewat pintu belakang yg sengaja tdk gw kunci. Dari dlm dapur, gw mulai menonton aksi A.
Pemandangan yg gw lihat semakin indah. Kini cd F sudah terlepas dari tubuhnya. Samar-samar gw bisa mendengar percakapan mereka krn gw sengaja mengecilkan volume audionya.A sekarang memijat bagian paha F. Ketika kamera zoom-nya diperbesar, gw dpt melihat dgn jelas ada sesuatu yang menonjol dibalik training A.“Jika terasa sakit, bilang ya Mbak.” F hanya mengangguk pelan. Tangan A semakin naik keatas pangkal paha F. Terlihat jelas posisi F yang mulai berubah. Dia mungkin sdng menahan geli atau juga merasakan sensasi tertentu ketika jari2x A terkadang dengan sengaja menyentuh vaginanya.Posisi kaki F sekarang tidak serapat pada saat mulainya pemijatan. Sedikit demi sedikit mulai melebar baik sengaja atau pun karena akibat pijatan A yg membuatnya bergeser.“Enak Mbak F?” Istriku hanya terdiam. Mungkin karena agak malu.“Mas T beli nasi gorengnya di mana mbak?” “Di daerah L” balas F.Jarak tempuh dr rumah ku ke daerah L sekitar 15 menit PP. Proses pemesanan kira2x 15 menit.
Jadi
ada wktu 30 menit. Mungkin itu yg ada dalam benak A.A menuangkan sedikit minyak di atas bongkahan pantat F. Dan mulai memijat lembut lalu turun kearah anus F. Mendapat sentuhan itu F secara reflek menggoyangkan pantatnya.A merasa mendapat angin segar. Tampak sekali A berusaha merangsang F dgn sentuhan2xnya baik didaerah anus maupun daerah vagina F. Dan sekarang tanpa malu2x lagi bahkan lebih intensif. F istri gw pun tampak semakin menikmatinya.Suasana horny didalm ruangan gw ganggu sejenak dgn bunyi sms yg sengaja gw kirim ke F yg beritanya bahwa ban motor gw bocor. Jadi mungkin agak lama br bs kembali kerumah.Jawaban yg gw terima sedikit mengejutkan. “Iya..., ndak apa2x. Sebentar lagi pijatannya udah selesai”. Setelah mengirimkan sms, A melanjutkan lagi pemijatannya.Kali ini di mulai memijat daerah leher. A berdiri tepat di atas kepala F yang sekarang kepalanya disuruh menghadap sejajar ranjang.Dengan memijat2x lembut sesekali tangan A mengelus punggung F.
Dengan posisi mata tetap terpejam, F nampak sekali menikmati setiap sensasi yang dirasakannya.Tangan kiri memijat lembut pangkal leher F dan tiba2x tangan kanannya mengelus dan mengusap vagina F yang menurut gw pasti sudah sangat basah.“Ach...., ach.., terdengar desahan F. “Nikmati saja mbak” ucap A sambil mulai memasukan jarinya kedalam vagina F. “Hmm..., ackh....” Nafas F semakin tidak teratur.Lalu.., A menarik tangan kanannya dan tiba2x mengeluarkan kontolnya. Kini pemandangan yg kulihat benar2x dahsyat. Dengan posisi berdiri diatas kepala F, kontol A berada tepat dihadapan mulut F. Meskipun F belum menyadarinya karena sedari tadi matanya terpejam. Setelah itu, A memainkan kembali tangannya di daerah vagina F.
“Mbak.., tolong buka matanya,” pinta A. Lalu perlahan F membuka matanya. F sempat kaget mendapati ada sebuah torpedo yang mengacung tegak dan jelas lebih besar & panjang dari punya gw berada tepat didepan mulutnya.Dengan nafas sedikit memburu, tanpa diperintah, dengan perlahan F mulai mencium dan menjilat kontol A. A memajukan sedikit posisi berdirinya agar F dapat dengan mudah memasukan kontolnya kedalam mulutnya.Sungguh diluar dugaan gw. Ternyat F yg selama ini gw kenal agak sedikit berbeda. Dengan lembut F mulai mengulum & menghisap batang kontol A. Mendapat perlakukan spt itu, A menyuruh F berbaring terlentang tanpa melepaskan kontolnya dari mulut F.Lalu A mulai meraba dan menjilat toket F.Mereka melakukan aksi seperti itu sekitar 5 menit. “Boleh sy masukan mbak?”F mengangguk pelan. “Jawab dong mbak,” ucap A pelan sambil mulai mencium bibir F. Karena pengaruh libido yg sdh tidak terkendali, gw melihat F mulai bertindak diluar kendalinya.“Boleh,” ucap F lirih.Kemudian A memposisikan kontolnya didepan vagina F. Dengan sekali dorongan halus, perlahan-lahan kontol A masuk kedalam memek F. “Aacchhh...,” desah F.A mulai memompa pantatnya secara perlahan. F yang dalam kendali birahi seolah-olah mengimbanginya.
Oohh., nikmat sekali memekmu mbak. Sempit sekali. Bagaimana kontolku mbak. Nikmat? Tanya A. “Iya...,” “Apanya mbak? Pancing A. “Kontolmu nikmat. Besar & panjang.” Nikmat mana dengan punya suamimu mbak?“Eh...ackh.. nik..mat kontolmu.”“Yeaach..., nikmatilah Mbak, nikmatilah kontolku.”Uch...achk, Terdengar desahan F Istri gw.“Agak cepat A. Genjot yg cepat. Ack..., yah..., genjot yg keras A.” Teriak F. “Apanya yg digenjot Mbak?” Pancing A. “Memekku A. Genjot memekku.”“Aa....aaack....., aku hampir sampai A. Terus...., yg cepat..” nafas F semakin memburu.Perkiraan gw sebentar lagi F pasti akan merasakan orgasmenya. Namun beberapa detik kemudian, ternyata A mencabut kontolnya dari vagina F.“Jangan dicabut A, please..., aku belum dapet. Please.., masukan lg kontolmu A. Aku mohon...,” pinta F.“Tenang aja mbak. Pasti aku masukan lagi. Tapi, kita ganti posisi dulu. Sekarang mbak nungging ya..? perintah A.Demi meraih orgasme dan karena dipengaruhi birahi yg tinggi,
F istri gw seolah-olah melupakan statusnya sekarang.Tanpa diperintah kedua kalinya, F langsung mengambil posisi menungging.Melihat lubang memek F yang menganga, A langsung mengarahkan kontolnya.Blezzz.., kontol A yang panjangnya ge perkirakan 20 cm langsung lenyap ditelan memek F istri gw.“Ackh..., pelan-pelan A,” erang F. Tapi A tdk menghiraukan ucapan F. Begitu kontolnya amblas, langsung digenjotnya cepat-cepat.“Oh.., yeach.., nikmat sekali memekmu F. Legit.”Nafas F kian memburu mendapat perlakuan sedikit kasar dari A.“Terus.., genjot terus yang cepat. Ackh..., ackh...., oohhh..,” F kian meracau.“Semakin cepat A. Aku udah mau sampe..., ackh..”Mendengar ucapan F, A tiba-tiba langsung mencabut kontolnya dari lubang memek F.“Aduh.., please A jangan dicabut. Please..., masukan lagi,” terdengar suara F sedikit menghiba.Lalu A membalikan tubuh F. Disuruhnya F mengangkang. Kemudian..., Blezzz, kontol A masuk lagi.Sambil melumat bibir F, dengan genjotan berirama dan pelan A mulai memompa pantatnya.Gw yang sedari tadi melihat kejadian ini, jadi ikut-ikutan ngos-ngosan menahan nafsu.Terus terang, gw jadi sangat horny melihat F istri gw di perlakukan sedemikian rupa oleh pria lain.Hampir 5 menit berlalu, bibir F dan A masih tetap berpagutan, saling hisap dan menjilat. Dan mulai tampak tanda-tanda F akan segera orgasme.Ciumannya semakin kuat. “Ackh...., ackh...., mmph..., te..rrus.., agak cepat A.”“Mbak...F,” terdengar pelan suara A sambil mengurangi kecepatan genjotannya.“Mbak F...., kalo’ mbak pengen sampe, mbak F harus menuruti semua keinginan saya.”F terdiam sejenak. Birahinya mengalahkan akal sehatnya. Lalu mengangguk pelan.“Baiklah..., saya akan buat mbak F orgasme dengan syarat mbak harus mau menelan sperma saya. Bagaimana mbak F ?” tanya A sambil tetap memompa pantatnya.Gila.., batinku. F pasti tidak akan meu melakukan hal itu. Selama ini dia tidak pernah mau jika gw akan ejakulasi di mulutnya. Apalagi menelan sperma.“Terserah kamu Yang penting sy bisa sampe. Puaskan sy sekarang A, please...” pinta F.Mendengra ucapan F, gw sempat terperanjat. Tapi gw juga penasara, apa betul f mau melakukan hal tersebut.“Baiklah mbak.” Lalu A mulai menaikan kecepatan genjotannya. Sambil menjilat puting F.“Yeach..., terus A. Ter..russs., yang cepat A.”“Ackh..., nikmat sekali mbak memekmu. Ayo mbak..., ucapkan mbak kalo mbak mau menelan sperma sy. Katakan mbak,” perintah A.“Saya mau sperma kamu A.” “Mau apa mbak? Ucapkan yg jelas.”“Saya mau menelan sperma kamu A.” “Kamu haus...?” “Iya..., A. Sy haus dan mau menelan perma kamu.”“Terus...., ohh...., nikmat sekali kontolmu A. Genjot yg cepat A. Sy udah mau sampe...., lebih cepat lagi A.”“Saya akan memberikan orgasme terhebat yg belum pernah kamu rasakan mbak,” balas A.Melihat tanda-tanda F akan segera klimaks..., “Nah..., sekarang tahan nafasnya mbak,” perintah A.F menuruti perintah A. Dia segera menahan nafasnya. “Tahan terus mbak, jangan dikeluarkan dulu sampai mbak klimaks bisik A lagi.
Beberapa detik kemudian....“Aaacchkkkk..............,” teriak F.
Sungguh pemandangan yang benar-benar menakjubkan. Mata F terpejam begitu dia memperoleh orgasmenya. Nampak sekali dia merasakan suatu kenikmatan ML yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Tubuhnya bahkan menegang keras berbarengan dengan orgasme yang diperolehnya.Tidak lama setelah F orgasme, tiba-tiba A mencabut kontolnya. Dan mengarahkan ke mulut F.Sambil mengocok kontolnya dengan cepat, “Sekarang..., buka mulutnya mbak,” pinta A.Dugaan gw meleset. Gw kira F tidak bakalan mau melakukan itu. Tapi yang gw lihat ternyata sungguh diluar dugaan. F menuruti perintah A.“Hisap kepala kontol sy mbak,” perintah A. Sambil mengocok dengan semakin cepat, A menghisap dengan kuat kepala kontol A.“Aa....ackhh....., ackh...., telan mbak. Telan semuanya.” “Tanpa ragu F istri gw menuruti semua perintah A dengan menelan semua sperma A.
Setelah semua spermanya diperas keluar, perlahan A menarik keluar kontolnya dari mulut F.“Bagus mbak..., bagaimana rasanya ? Nikmat bukan. Sy yakin pasti mbak suka dengan rasa sperma sy. Karena saya bukan perokok.F hanya tersenyum tipis sambil mengangguk pelan.
"Orgasme yg mbak alami tadi itu namanya A Little Death. Nikmat nggak?”“Iya..., sy belum pernah orgasme senikmat itu. Ini pengalaman yg luar biasa,” jawab istri gw.Setelah beristirahat sejenak, lalu mereka pun berpakaian kembali. Dan gw segera pura-pura kembali dari membeli nasi goreng.
“Ohh.., udh selesai mijatnya,” tanya gw pura-pura.
“Udah Mas,” jwb A. Dan setelah ngobrol se bentar, lalu A berpamitan pulang.
“Gimana Ma ? Enak nggak ?” pancing gw.
“Lumayanlah,” balas istri gw datar berusaha menutupi kejadian yg sebenarnya.
Kalo rutin tiap minggu mau nggak ?” pancing gw lagi. Terserah Mas aja.” ujar farra istriku..
S E K I A N
TONI & Farra
Fantasy Liarku
Diawal pernikahan kami, kami tinggal di surabaya utara, meskipun kami tidak bosan tetapi ane selalu menginginkan fantasi liarku sejak dulu yaitu melihat biniku digarap orang lain atau threesome bahkan gangbang. Namun usulanku untuk melakukannya seringkali ditolak dengan dalih dia takut ketagihan, takut kena penyakit dsb. Namun jika ane mengajak untuk mewujudkannya disaat kami berhubungan, dia acapkali bilang “ohhh, ayok sayang, hajar aku, keroyok aku, ane mau dientot banyak cowookk, oohh..”. tapi ketika selesai ML dan ane tanyakan kembali apakah dia mau? Dia kembali ke jawaban awal, yaitu menolaknya..
Hal ini tentu membuatku jadi memutar otak gimana caranya mewujudkan impianku ini. Akhirnya dapet ide deh, dengan nontonin bini Bokep jepang yang ceritanya soal gangbang ato threesome (soalnya bini ngeri sama bokep barat). Berkali-kali ane bellin dia bokep serupa akhirnya dia curiga juga sampe bilang
Fara : “Pi, kok bokepnya gini semua? Mo bikin mami pengen ya?? Emang papi ga cemburu? Emang boleh?
Ane : “kalo ga boleh ngapain ane minta terus sayang? Lagian papi seneng kali liat mami sange trus puas sampe kelojotan trus lemes gitu mi, mami seksi banget deh kalo lagi gituan, hmmmm mami mau dong ya??”
Fara: “Hih ogah” dia bilang sambil berlalu. Gagal lagi deh rencanaku.Suatu ketika ane ditugasin buat dinas luar kota dan sendirian, dan memungkinkan buat ngajak bini. Seketikanya sampe di kota tujuan, kami langsung aja ke hotel buat rehat dulu, sambil ane siap2 buat meeting. Waktu berangkat ke site tempat meeting, ane sempat ngasih voucher pijat dari hotel tempat kami tinggal
Ane : “mi, papi berangkat dulu yaa, ini ada voucher pijet dari hotel kalo mami mau pake biar ntar seger dan siap tancep pas papi pulang”
Fara : “oke deh pi, papi ati-ati yaa, boleh tuh, mami juga agak pegel perjalanan tadi”—
<a>---Skip, ane meeting—</a>
Abis balik dari tempat meeting, ane pulang tanpa bilang deh ke bini, sesampainya di hotel, ane denger dari luar pintu kok ada suara bini lagi merintih? Kok kayak suara orang ML? Sama siapa? Akhirnya ane diemin dulu sambil bayangin yang engga2. Sampe akhirnya ada suara orang mau keluar dari kamar ane. Cepet-cepet ane sembunyi deh, pura-pura jalan biasa gitu.
Ane : “mi, papi berangkat dulu yaa, ini ada voucher pijet dari hotel kalo mami mau pake biar ntar seger dan siap tancep pas papi pulang”
Fara : “oke deh pi, papi ati-ati yaa, boleh tuh, mami juga agak pegel perjalanan tadi”—
<a>---Skip, ane meeting—</a>
Abis balik dari tempat meeting, ane pulang tanpa bilang deh ke bini, sesampainya di hotel, ane denger dari luar pintu kok ada suara bini lagi merintih? Kok kayak suara orang ML? Sama siapa? Akhirnya ane diemin dulu sambil bayangin yang engga2. Sampe akhirnya ada suara orang mau keluar dari kamar ane. Cepet-cepet ane sembunyi deh, pura-pura jalan biasa gitu.
Setelah orangnya bener-bener keluar, ane liat cowok tinggi tegap seumuranku berpakaian rapih keluar dari kamarku. Ga lama kemudian ane putusin buat masuk kamar. ane ketok dan langsung dibukain biniku yang cuman pake kimono, dengan rambutnya diiket ngeliatin leher jenjangnya beuhhh seksi abis
Ane : “mami jadi pijetan tadi?
Fara: “jadi pi tadi, lumayan enak pijetnya kok pi, masih ada vouchernya kan? Mami mau pake lagi dong besok
Ane : “boleh mi, yang mijit laki apa cewek mi? (pura-pura gak tau
Fara: “tadinya ane pikir cewek pi, taunya yang dateng cowok, tapi sopan kok pi, gapapa ya”
Ane : “gapapa mi, jangankan dipijit, mami dinaikin asal mami seneng ane gapapa lohh
Fara: “ah papi mulai deh joroknya, ntar beneran sukurin papi, udah yok papi mandi, ane mandiin yok biar segeran”Heran deh ane, kenapa bini ane jadi baek banget gini?Mulai deh dia lepasin mulai dari dasi, kemeja, celana, sampe daleman. Pas dia liat si otong udah berdiri,
Ane : “mami jadi pijetan tadi?
Fara: “jadi pi tadi, lumayan enak pijetnya kok pi, masih ada vouchernya kan? Mami mau pake lagi dong besok
Ane : “boleh mi, yang mijit laki apa cewek mi? (pura-pura gak tau
Fara: “tadinya ane pikir cewek pi, taunya yang dateng cowok, tapi sopan kok pi, gapapa ya”
Ane : “gapapa mi, jangankan dipijit, mami dinaikin asal mami seneng ane gapapa lohh
Fara: “ah papi mulai deh joroknya, ntar beneran sukurin papi, udah yok papi mandi, ane mandiin yok biar segeran”Heran deh ane, kenapa bini ane jadi baek banget gini?Mulai deh dia lepasin mulai dari dasi, kemeja, celana, sampe daleman. Pas dia liat si otong udah berdiri,
dia tanya.
Fara: “jadi gini pi, tadi itu aku telpon ke resepsionis buat pesen pijet tapi yang cewek, dibilangnya yang cewek ga ada, adanya cowok, namanya Dimas. Yaudah gapapa deh aku iyain. Pas dia ketok pintu, aku kaget pi, aku pikir orangnya biasa tapi ternyata, cakep, rapi hihiii.
Agak girogi deh aku pi, akhirnya aku disuruh deh buat tiduran tengkurep di ranjang. Aku cuman pake kimono sama daleman pas mau pijit pi.
Awalnya dia mijit kakiku pi, nyaman banget, ga keras tapi berasa banget pijetannya. Sampe pas dipijetin di betis aku ketiduran deh soalnya nyaman banget. Tau2 dia ngomong “mbak, boleh saya kasih minyak pahanya? Mau saya urut” aku cuman ngangguk aja pi, dia kasih minyak semacam minyak zaitun di pahaku. Dipijit deh pahaku, agak geli geli gitu pi, lama kelamaan dia mulai naik sampe bagian paha luar atas, aku geli pi, agak nafsu dikit tapi pura-pura tidur. Kemudian dia mijit paha bagian dalamku, awalnya dari lutut dulu, kelamaan naik sampe hampir kena memek mami, mami basah banget,
Fara: “jadi gini pi, tadi itu aku telpon ke resepsionis buat pesen pijet tapi yang cewek, dibilangnya yang cewek ga ada, adanya cowok, namanya Dimas. Yaudah gapapa deh aku iyain. Pas dia ketok pintu, aku kaget pi, aku pikir orangnya biasa tapi ternyata, cakep, rapi hihiii.
Agak girogi deh aku pi, akhirnya aku disuruh deh buat tiduran tengkurep di ranjang. Aku cuman pake kimono sama daleman pas mau pijit pi.
Awalnya dia mijit kakiku pi, nyaman banget, ga keras tapi berasa banget pijetannya. Sampe pas dipijetin di betis aku ketiduran deh soalnya nyaman banget. Tau2 dia ngomong “mbak, boleh saya kasih minyak pahanya? Mau saya urut” aku cuman ngangguk aja pi, dia kasih minyak semacam minyak zaitun di pahaku. Dipijit deh pahaku, agak geli geli gitu pi, lama kelamaan dia mulai naik sampe bagian paha luar atas, aku geli pi, agak nafsu dikit tapi pura-pura tidur. Kemudian dia mijit paha bagian dalamku, awalnya dari lutut dulu, kelamaan naik sampe hampir kena memek mami, mami basah banget,
Fara: “papi ih, udah ngaceng aja belum diapa-apain juga”Jelas laahh ane ngaceng, dari tadi ane bayangin bini ane ngentot sama si tukang pijit.Langsung deh, abis gitu ane dimandiin sama bini, sambil si otong ngaceng banget, sampe dia kegemesan dan akhirnya dikocok-kocokin. ane ga mau kalah, ane buka kimononya yang ternyata didalemnya ga pake apa-apa. ane mainin toketnya (biniku gampang nafsu kalo dimainin putingnya). Kemudian dia bangkit, kami sama-sama berdiri dan berciuman lama sambil ane remes montoknya (sialan, nih bokong pasti abis dipegang-pegang tuh cowok, batinku). Dia bales peluk ane sambil sesekali keluar lenguhan, “uuhhh piiii, mami pengen dimasukin ppiii”
Ane ; yok sayang pindah ke kamar yokk” (sambil ane gendong dia basah basah)Sesampainya di ranjang, ane rebahin dia, ane jilat2 putingnya, sambil tanganku ngelus perutnya, dia kegelian sambil menggelinjang.
Fara ;“ayok sayang, masukinnn, mami pengen kontol
Ane : “iya sayang”
Ane ; yok sayang pindah ke kamar yokk” (sambil ane gendong dia basah basah)Sesampainya di ranjang, ane rebahin dia, ane jilat2 putingnya, sambil tanganku ngelus perutnya, dia kegelian sambil menggelinjang.
Fara ;“ayok sayang, masukinnn, mami pengen kontol
Ane : “iya sayang”
Ane gosokin batang ane di belahan memek bini ane, beneran memek bini ane tebel banget, pasti abis kena sodok tuh tukang pijet. Ane sengaja gosokin terus sampe dia ga tahan beneran.
Fara: “piiii, masukin pi, mami pengen kontol piii”
Ane: “mau lagi mi? Si cowok tadi kurang yaa??” Sambil ane cubit puting bini aneFara: “cowok siapa pi? Ahhh papi ngelantur, ayookk pi masukinn piii”
Ane: “ga mau, mami jujur dulu tadi ngapain aja sama tukang pijetnya?
”Fara: “apaan sih pii?? Pijet ini aja piiii, ayok pi masukinnn
”Ane: “mi, jujur sama papi, tadi papi denger lenguhan mami dari luar loh
”Fara: *muka merah, kaget* “haaa? Jadi papi tau? Maafin mami piii, maaf yaa” sambil dia meluk ane, hampir nangis.
Ane: “loh, gapapa mi, ayok mami cerita, papi pengen denger, biar papi tambah terangsang”
Fara: “yakin? Tapi papi jangan marah yaa? Janji ya pi”
Ane: “iya sayang”
Fara: “piiii, masukin pi, mami pengen kontol piii”
Ane: “mau lagi mi? Si cowok tadi kurang yaa??” Sambil ane cubit puting bini aneFara: “cowok siapa pi? Ahhh papi ngelantur, ayookk pi masukinn piii”
Ane: “ga mau, mami jujur dulu tadi ngapain aja sama tukang pijetnya?
”Fara: “apaan sih pii?? Pijet ini aja piiii, ayok pi masukinnn
”Ane: “mi, jujur sama papi, tadi papi denger lenguhan mami dari luar loh
”Fara: *muka merah, kaget* “haaa? Jadi papi tau? Maafin mami piii, maaf yaa” sambil dia meluk ane, hampir nangis.
Ane: “loh, gapapa mi, ayok mami cerita, papi pengen denger, biar papi tambah terangsang”
Fara: “yakin? Tapi papi jangan marah yaa? Janji ya pi”
Ane: “iya sayang”
Fara: “jadi gini pi, tadi itu aku telpon ke resepsionis buat pesen pijet tapi yang cewek, dibilangnya yang cewek ga ada, adanya cowok, namanya Dimas. Yaudah gapapa deh aku iyain. Pas dia ketok pintu, aku kaget pi, aku pikir orangnya biasa tapi ternyata, cakep, rapi hihiii. Agak grogi deh aku pi, akhirnya aku disuruh deh buat tiduran tengkurep di ranjang. Aku cuman pake kimono sama daleman pas mau pijit pi. Awalnya dia mijit kakiku pi, nyaman banget, ga keras tapi berasa banget pijetannya. Sampe pas dipijetin di betis aku ketiduran deh soalnya nyaman banget. Tau2 dia ngomong “mbak, boleh saya kasih minyak pahanya? Mau saya urut” aku cuman ngangguk aja pi, dia kasih minyak semacam minyak zaitun di pahaku. Dipijit deh pahaku, agak geli geli gitu pi, lama kelamaan dia mulai naik sampe bagian paha luar atas, aku geli pi, agak nafsu dikit tapi pura-pura tidur. Kemudian dia mijit paha bagian dalamku, awalnya dari lutut dulu, kelamaan naik sampe hampir kena memek mami, mami basah banget,Dia lalu mbuka bagian bawah kimono sampe CD mami keliatan. Mungkin dia bisa liat kalo memek mami basah pi. Dia lama banget mijit di pangkal paha mami sambil dilebarin paha mami. Mami sampe ga karuan pi, agak merinding gitu.Abis gitu dia berhenti trus bangunin mamiDimas: “mbak maaf, bisa dibuka kimononya? Mau saya urut punggungnya”Tanpa kata2 aku lepasin kimonoku pi, tinggal pake CD sama BH aja deh, tp dia tiba2 nglepasin BH mami, mami ga bisa nolak pi, udah kayak kena sihir. Trus punggungku dikasih minyak juga. Dipijet dari pundak, turun sampe CD, pundak lagi trus turun tapi agak nyamping. Kayak disengaja biar nyenggol susu mami pi. Mami gelliiii banget. Trus pas dia pijit tangan mami, tangan mami sengaja ditaruh di selangkangannya. Gila pi, barangnya ngaceng, gede banget pii, aku elus2 pelan deh, agak malu pi.Abis gitu mami disuruhnya telentang, mami udah lupa BH mami dimana, jadi cuman pake CD aja deh, dipijit dari kaki lagi. Naik naik, sampe pas di paha, dilebarin lagi paha mami, tapi kali ini dia langsung pegang memek mami dari luar. Mami sange banget pi, mami pegang kontolnya dari luar. Kemudian sambil tangannya tetep di CD mami, mulutnya ngisep tetek mami. Mami jambak deh dia, aku tarik, pengen cium mulutnya, abisnya dia manis pi.
Fara: “dimas, puasin aku yaaa,, ougghhh”
Dimas: “iya mbak sayang, mbak manis banget, mbak pengen apaaahhh??
Fara: “kontolmuuuuhh ouughhh” sambil tangan Dimas nyuri celah dari samping CD bini ane, masukin 2 jarinya.Sambil dikocokin jari tangan kanannya di memekku, tangan kirinya milin putingku pi, aku remes deh dadanya dari luar, trus aku minta dia buat buka baju, eh dibuka semuanya malah. Kontolnya panjangnya sama kayak punya papi, tapi lebih tebel, aku kocokin sampe dia merem2 gitu pi. Trus dia bisik ke aku, minta diemutin, hehehe. Aku anggukin, trus aku telentangin dia, aku ngambil posisi 69, aku yang diatas pi. Aku emut dari telur sampe kepalanya, ga bau pi, sama kayak punya papi, bersih.
Fara: “dimas, puasin aku yaaa,, ougghhh”
Dimas: “iya mbak sayang, mbak manis banget, mbak pengen apaaahhh??
Fara: “kontolmuuuuhh ouughhh” sambil tangan Dimas nyuri celah dari samping CD bini ane, masukin 2 jarinya.Sambil dikocokin jari tangan kanannya di memekku, tangan kirinya milin putingku pi, aku remes deh dadanya dari luar, trus aku minta dia buat buka baju, eh dibuka semuanya malah. Kontolnya panjangnya sama kayak punya papi, tapi lebih tebel, aku kocokin sampe dia merem2 gitu pi. Trus dia bisik ke aku, minta diemutin, hehehe. Aku anggukin, trus aku telentangin dia, aku ngambil posisi 69, aku yang diatas pi. Aku emut dari telur sampe kepalanya, ga bau pi, sama kayak punya papi, bersih.
Tapi dia ga punya rambut, enak banget kalo ngejilatin. Sambil gitu, lidahnya mainan di bibir memeknya mami sambil tangannya masuk ke memek mami 1 jari. Mami benerr2 melayang piii..
Fara: “ayok dimas, sedot memekku, oouughhh, jilat terus dimmm” sambil dia sedot sama cium2 memekku, lama2 tangannya masuk 1 jari ke pantat mami, mami nolak tapi dia bener2 bikin mami ga bisa gerak pi, ditusuk2 pantat mami sambil dijilatin memek mami, mami sampe hampir keluar digituin aja. Oohhhhhhhhh*sambil ngedengerin cerita, kontolku udah masuk ke memek bini, sambil ane pompa dia lanjutin cerita*“Terus mami lemes, pas abis lemes, tau2 dia udat diatas mami nggesekin kontolnya di memek mami, sambil lidahnya njilatin kuping mami, mami jadi nafsu lagi, aku tarik pantatnya pake kaki mami sampe tiba2 kontolnya amblas kepalanya di memek mami. Mami udah orgasme tapi kok dimasukin masih susah, tebel banget kepalanyaa, mamii suka kontol tebel piii, enaaakkk. Ouuhhhhhh”“
Fara: “ayok dimas, sedot memekku, oouughhh, jilat terus dimmm” sambil dia sedot sama cium2 memekku, lama2 tangannya masuk 1 jari ke pantat mami, mami nolak tapi dia bener2 bikin mami ga bisa gerak pi, ditusuk2 pantat mami sambil dijilatin memek mami, mami sampe hampir keluar digituin aja. Oohhhhhhhhh*sambil ngedengerin cerita, kontolku udah masuk ke memek bini, sambil ane pompa dia lanjutin cerita*“Terus mami lemes, pas abis lemes, tau2 dia udat diatas mami nggesekin kontolnya di memek mami, sambil lidahnya njilatin kuping mami, mami jadi nafsu lagi, aku tarik pantatnya pake kaki mami sampe tiba2 kontolnya amblas kepalanya di memek mami. Mami udah orgasme tapi kok dimasukin masih susah, tebel banget kepalanyaa, mamii suka kontol tebel piii, enaaakkk. Ouuhhhhhh”“
“dia keluarin, trus masukin lagi diulang sampe kontolnya amblas semua di memek pii,, rasanya penuhhh bangetttttt, mami oohhh sukaa banget, dipompa deh mami pi, kalo kontolnya ditarik kayak memek mami ikut ketarik gitu pihh, dia ngenjot mami posisi dibawah sampe mami orgasme 2 kali pii, mami ga nahan banget pi,, aku cupangin dadanya pi,, badannya mami sukaaa. Ouhhh”*sambil ganti posisi, bini ane hajar dari samping, doi lanjutin cerita sambil dikit2 merintih*“terus dia kayak agak capek pi, mami inisiatif deh, gantian mami yang diatas, aku kocok kontolnya sambil aku maju mundur bokong mami, rasanya tambah nyodok banget piiii,,, sampek mami berasa disundul2 mulut rahimnya, mami sodorin tetek mami kemulutnya, dikenyot agak kasar, tapi mami sukaaa, 5 menitan posisi gitu mami keluar lagi pii, agak kayak ngopol, mami lemes, tapi dia ga keluar2. Mami akhirnya jatoh di ranjang, trus dia ambil posisi di belakang mami, mami di doggy sama dia pi, posisi gini paling enak piii,
mami suka didoggy ouugghhhh”“sambil di ajar dari belakang, jarinya masuk ke pantat mami lagi pi,, mami tambah gila pi,, enaaaaaaakkkk ohhh,, mami mau di ajak threesome pi, pasti enak kalo yang masuk pantat kontol juga, mami mau piii, mami sekarang mauuu
”Ane: “oke mi,, besok kita threesome yaah,, ohh, trus mami diapain lagi mi?
”Fara: “terus digituin pii, sampe mami keluar lagi, itu mami orgasme keempat, enak piii, trus dia ambil posisi diatas lagi, mami ditidurin, tadi kaki mami ditaruh dipundaknya, tambah dalem piii,, mami mau keluar lagi pas itu,, aku tarik kepalanya, aku cium abis-abisan, aku jambak2 dia, dia tambah keras nggenjot mami piii, dia tambah hottttt,,, dia bilang mau keluarrr, aku minta dikeluarin di luarrr, tapi dia diem pii, dia tetep nggenjot mami sambil remes susu mami dua2nya. Kenceng banget tapi ga sakit pi, enaakkkk,,, ohhhggghhhh, trus tiba2 dia nambah kecepatannya sampe mami hampir ga sadar pi, perih tapi enak memek mami dia ajar""
”Ane: “oke mi,, besok kita threesome yaah,, ohh, trus mami diapain lagi mi?
”Fara: “terus digituin pii, sampe mami keluar lagi, itu mami orgasme keempat, enak piii, trus dia ambil posisi diatas lagi, mami ditidurin, tadi kaki mami ditaruh dipundaknya, tambah dalem piii,, mami mau keluar lagi pas itu,, aku tarik kepalanya, aku cium abis-abisan, aku jambak2 dia, dia tambah keras nggenjot mami piii, dia tambah hottttt,,, dia bilang mau keluarrr, aku minta dikeluarin di luarrr, tapi dia diem pii, dia tetep nggenjot mami sambil remes susu mami dua2nya. Kenceng banget tapi ga sakit pi, enaakkkk,,, ohhhggghhhh, trus tiba2 dia nambah kecepatannya sampe mami hampir ga sadar pi, perih tapi enak memek mami dia ajar""
kenceng banget sampe mami jerit-jeriit,, pas kenceng kencengnya, tiba2 dia keluar pi, di dalem, pejuhnya banyak banget pi, angettt,,, ohhhhgggg yesssss,, banyakkk pii, mami sampe rasanya mules piii”” ohhh, abis gitu dia peluk mami, mami bales cium lagi, mami masih pengen pi, padahal udah keluar terus, ga kayak biasanya, keluar sekali ato dua kali udah puas. Tapi dianya kayaknya capek, yaudah mami beres2 deh, takut ketauan papii, trus mami mandi. Pas mami mandi dia bilang pamit pi, pas mami keluar kamar mandi dianya udah ga ada pi, selang bentar papi masuk, yaudah mami minta jatah aja ke papi ooohhhhgghhhhuugghhhh”
“pi mami mau papi masukin, trus kaki mami dipundak yaaa, iya betul gitu pii”Ane: “enak mi, mentok banget miii, memmek mami tebeeelll, mami nakaalll oooggghhh”Fara: “ogghhhh aku nakal pi,, aku kayak lonte pi, kencengin lagi piii, enaak pii, kencengin piiii mami mau keluar piiii ohhh, kontol papi keras banget pi, papi nafsu bangett yaahh?? Oggghhh kontol papi punya mamiii
”Ane: ”iya miii, papi nafsu ngebayangin mami ngentot sama yang lainn mi, oohhhhh, besok kita threesome ya mii,, mami pokoknya mau papi hukum, ML sama cowok lain ga pamit papii,, oohhh”
Fara: “hajar mami pii, hukum mami piiii, mami mau 3 cowok piiii,, oohhhh mami mau keluar piii,, ohhhh genjot memek mami piiii, mami mau 3 cowooookkkkk yang kontolnya besaaaaarrrr”Ane: “papi mau keluar miiiii,,, oohhhh tahan mii, jangankan 3 cowok pi, mami minta banyak papi tambah seneng, mammiiiiii,, oooohhhhhh papi keluuuarrr.......crooth
”Ane: ”iya miii, papi nafsu ngebayangin mami ngentot sama yang lainn mi, oohhhhh, besok kita threesome ya mii,, mami pokoknya mau papi hukum, ML sama cowok lain ga pamit papii,, oohhh”
Fara: “hajar mami pii, hukum mami piiii, mami mau 3 cowok piiii,, oohhhh mami mau keluar piii,, ohhhh genjot memek mami piiii, mami mau 3 cowooookkkkk yang kontolnya besaaaaarrrr”Ane: “papi mau keluar miiiii,,, oohhhh tahan mii, jangankan 3 cowok pi, mami minta banyak papi tambah seneng, mammiiiiii,, oooohhhhhh papi keluuuarrr.......crooth
S E K I A N
Langganan:
Postingan (Atom)